[monolog] kamu, aku dan mereka

tak ada yang bisa mengaturmu
tak ada yang memanfaatkanmu

mereka tak akan menyangka bahwa kamu sebenernya…

Posted in #aksararaska, #catatanperjalanan | Tagged | 1 Comment

Petak umpet ala orang tua

Kadang masih suka bingung dengan Perilaku orang tua yang memberi anak/cucu sesuatu lalu berkata

“jangan bilang ayahmu/Ibumu kalo kamu dapet ini”

atau

“jangan bilang ayah/ibu kalo kamu dapet ini dari Nenek/Kakek ya”

Sembunyi-sembunyi itu maksudnya apa?
Ujung2nya pasti ketauan kok..

Niatnya MUNGKIN ingin memberi perhatian/bantuan tapi Malah terkesan GA MENGHARGAI, lho.

Ilustrasi kejadiannya seperti ini:
👵Ambil uang ini.. Buat jajan
🧒Waah makasih Nek.. Tau aja klo papa ga pernah ngasi uang jajan
🧔🏻Mending uangnya kamu tabung buat keperluan sekolah
👵Udah biarin aja, kan namanya juga anak2

🧔🏻… (ga bole ngelawan orang tua)

👴 Ini ada dikit uang, pake buat keperluan rumah. Ga usah bilang Ibumu tapi ya.
🧔🏻 Makasih pak, tapi kenapa ga bole ngasih tau?
👴Ah udah diem aja.. Ntar Ibumu malah ribut
🧔🏻 (iyain aja daripada dibilang ga nurut ma ortu)

#parenting emang bukan buat semua orang dewasa. Masih aja suka main petak umpet. Mungkin ini salah satu alasan kenapa masih aja berita selingkuh jadi headline dan salah satu penyebab perceraian rumah tangga, pada masih pengen main petak umpet sepertinya. Masa kecil kurang bahagia 😌🤣

Bermain dan belajar memang terus dilakukan hingga ajal menjemput, namun ada beberapa “permainan” yang memerlukan kemampuan seorang pengamat.

Dengan mengamati, orang tua pun ikut bermain dan membiarkan anak bermain sesuai dengan kemampuannya. Sebagai contoh, ketika anak-anak mengikuti suatu kompetisi, untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik di sekolahnya. Tentu mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi pemenangnya. Segala daya dan upaya akan mereka tempuh untuk mencapai ambisi mereka. Orang tua disini berperan sebagai Tim pendukung atau supporter. Orang tua tidak perlu terjun langsung dalam “kompetisi” dan bersaing dengan orang tua lain. Karena tidak ada yang menilai orang tua tersebut dan jika ada yang ikut campur dalam kompetisi itu, jelas bahwa mereka belum puas “bermain” dulu 😅.

Jika hasil kompetisi sudah diumumkan, tentunya hasil itu merupakan hasil keputusan juri atau guru yang menjadi pemberi penilaian atas usaha anak-anak. Orang tua kembali cuma sebagai pengamat. Tidak mungkin orang tua mengambil keputusan untuk tidak menerima hasil kompetisi yang diikuti oleh anaknya karena bukan kapasitas mereka untuk melakukan hal itu.

Tentu hal tersebut akan mudah dipahami oleh orang tua yang berpikiran terbuka, dewasa dalam mengambil keputusan dan mampu menempatkan diri pada posisi orang tua. Akan mudah dipahami bahwa tidak semua memahami makna menjadi orang tua, mengamati dari jauh dan membiarkan anak-anak belajar mandiri serta terbiasa mengambil keputusan bagi diri mereka sendiri.

Pemikiran seperti ini kadang dianggap terlalu ke-Barat-an serta beda dengan budaya Timur yang mengayomi, bahkan hingga anak sudah mampu mengambil keputusan sendiri, seperti urusan menikah, pekerjaan, dll.

Bagaimana menurut kamu? Tinggalkan komentarmu dibawah, Mudah2an bisa menjadi bahan diskusi bagi mereka yang memperhatikan masalah #parenting dan mengalami permasalahan yang sama seperti tertulis diatas.

Terima kasih untuk waktu dan perhatian yang telah diberikan.

Sampurasun.

Posted in #LiFe | Tagged | Leave a comment

Berhenti sesaat, entah apakah sanggup untuk melanjutkan perjalanan?

12 Februari 2015.

Dalam setiap perjalanan pasti ada kalanya kita berhenti dan beristirahat. Kita masih manusia tentunya, bukan?

Pernah saya katakan sebelumnya, bahwa daripada ‘membaca’ kisah hidup orang lain, lebih baik kita ‘menuliskan’ menuliskan kisah hidup kita sendiri. Pada kenyataannya, seperti yang sudah kita ketahui, bahwa kedua hal tersebut berkaitan satu dengan lainnya.

Pada saat itu kita akan mengalami pengalaman yang bisa saya sebut indah yaitu melihat diri dari mata kepala sendiri. Pada saat kita diam dan memikirkan apakah kita akan dalam kondisi seperti itu untuk selamanya ataukah berubah?

31 Juli 2019

Pilihan.

Cuma itu kini yang menjadi perhatian. Apakah ada pilihan untuk keluar dari situasi ini? Situasi tidak mempunyai pemasukan tetap, bahkan sering kali tidak punya uang sama sekali? Ketika gas habis dan memasak menggunakan kayu bakar, tinggal di kontrakan yang sudah tiga tahun tidak dibayar, mencari makan dari belas kasihan orang-orang.

Posted in SibukDenganPikiran | Tagged | Leave a comment

DIK…[jangan di] SAR [ya]

navdar2Pendidikan dan Latihan Dasar

Istilah tersebut biasanya disematkan khusus dalam proses memasuki suatu organisasi Pecinta Alam atau sejenis yang memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Namun kini, istilah tersebut, semena-mena digunakan oleh media untuk kegiatan yang merupakan bukan kegiatan ke-pecintaalam-an. Sebagai contoh pemberitaan dibawah ini mengenai 2 orang mahasiswa yang tenggelam ketika mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

Taufik dan Kigjet tewas tenggelam di kolam bekas galian C saat mengikuti latihan mahasiswa tingkat dasar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri di Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Minggu (26/3) sore.

Media menggunakan istilah Diklat jelas karena rating media tersebut akan meningkat ketika dikaitkan dengan pemberitaan mengenai kejadian Mapala Unisi di Jogjakarta di awal tahun ini, yang membuat Sispala, Mapala maupun Pecinta Alam Umum menjadi sorotan media.

baca juga: (1) (2)

Kakak dan Adik

Ketika seorang kakak melihat adiknya mengikuti pendidikan dan latihan dasar namun jelas terlihat ketidaksiapan dari sisi panitia, maka wajar ketika sang kakak mengingatkan kepada sang adik untuk berhati-hati. Namun ketika sang adik sudah diingatkan namun masih juga bertekad maka hal tersebut menjadi tanggungjawab individu tersebut ketika mereka terus menginginkan untuk tetap bertahan dalam proses Pendidikan dan Latihan Dasar tersebut. Seorang kakak hanya bisa mengingatkan dan memberi saran. Tentu dengan cara dan metode yang berbeda-beda. Hal ini yang terkadang membuat sang “adik” kebingungan bahkan menjadi ‘lebay’ dan ‘over-reacting’ terhadap sikap sang “kakak”. Sumber dari konflik yang mungkin bisa dengan mudah diselesaikan atau terkadang dibiarkan dan terendap hingga entah kapan.

Pasal 359 KUHP menyatakan: “Barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun”.

 

Ketika panitia pelaksana melakukan kelalaian, maka hukum pun akan berbicara. Dengan menerapkan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan kematian, itulah resiko yang panitia pelaksana hadapi. Beberapa komentar yang masih saja hangat di bicarakan adalah ketika masa Pendidikan dan Latihan Dasar berlangsung yaitu, ketika kaki kanan sang kakak panitia berada di lapangan, berusaha menemani dan membimbing ‘adik-adik’ barunya yang ingin mencoba bergabung dengan “Keluarga” oraganisasi dan satu kaki lagi berada di penjara. Karena, setiap kesalahan yang terjadi pada kegiatan tersebut, panitia lah yang akan menerima semua resiko.

“Jangan sampai adik di operasi SAR ya” mungkin itu yang akan dikatakan oleh kakak angakatan ketika melihat adik angkatannya yang menjadi peserta Diksar. Karena begitu banyak berita yang memberitakan tentang kematian peserta pendidikan kepecintaalaman diakibatkan karena kakak angkatan tidak lagi bisa memberikan kontribusi aktif ketika kegiatan diksar berlangsung. Hal ini disebabkan oleh regulasi yang dijelaskan pada Kepmendikbud no 155/1998 tentang Pedoman Umum Oraganisasi Mahasiswa Di Perguruan Tinggi. Penjelasan lebih mendetail dijelaskan pada Statuta Universitas (contoh). Tentunya pada Statuta tersebut tidak bertentangan dengan Undang-undang yang berlaku serta tidak menutup kemungkinan kepada al-hal yang bersifat kemanusian dan kekeluargaan. Karena, pada dasarnya organisasi kampus beranggotakan manusia yang memiliki hati nurani, bukan robot yang tidak memiliki perasaan. Jadi, sepertinya wajar jika terdapat beberapa orang yang mencoba mengingatkan, dengan cara masing-masing, agar semua yang direncanakan terlaksana dengan baik dan tidak terjadi hal-hal yang mengakibatkan hal-hal yang diluar rencana panitia.

Tanggung jawab

15-2

Kata kuncinya adalah tanggungjawab. Ketika panitia yang, sebut saja mempunyai pengalaman 2 tahun membawa para siswa Pendidikan dan Latihan Dasar

Bagaimana bisa seorang mahasiswa/i tidak bisa mengungkapkan pendapat dan pemikirannya kepada orang lain?. Dan bagaimana bisa seseorang yang sudah bukan anak kecil dan sudah mengenal kata tanggung jawab bisa memperlakukan tanggung jawab sedemikian rendah, sehingga tak lagi menjadi hal mendasar dalam kehidupan sehari-hari?

 

1. Ajarkan Kemandirian dan Tanggung Jawab Sejak Usia Dini

2. Ajarkan dan Tumbuhkan Rasa Ingin Tahu Anak

3. Ajarkan dan Tumbuhkan Kemampuan Berpendapat Anak

4. Ajarkan dan Tumbuhkan Rasa Sosial, Bersimpati, Empati, dll

5. Beri Tauladan Yang Baik, Jadilah Contoh

(sumber :http://mocalover.blogspot.com/2014/01/cara-mendidik-anak-yang-baik.html)

Posted in #catatanperjalanan, #gunung, #hiking, #katakata, #LiFe, #opini, #safetyprocedure, #sosial, #survival, #tips, #words | Leave a comment

Sararas Blend

Kopi menjadi suatu kebutuhan sehari-hari yang kian diminati oleh hampir semua lapisan masyarakat. Kopi sachet hingga speciality coffee, dari 3000/gelas hingga 30.000/gelas. 

Kopi sejatinya adalah minuman yang memberikan rasa nikmat nan bergairah, memberikan semangat baru dalam setiap teguknya. Dan kini, seiring dengan kian meningkatnya permintaan biji kopi untuk dapat dikonsumsi setiap hari bagi para penikmat kopi, aksararaska pun memberikan alternatif pilihan biji kopi blend yang memberikan cita rasa khas, tidak terlalu pahit dan tidak terlalu asam. Cocok untuk diminum di pagi hari, setelah makan siang, sore hari bahkan ketika malam hari saat bekerja lembur. Cocok bagi para petualang di alam bebas ataupun para pekerja kantor di kota-kota besar. 

Sararas Blend dari aksararaska merupakan pilihan tepat bagi penikmat kopi yang menginginkan cita rasa dan sensasi kopi khas setiap hari. bagi yang mau order silakan klik >>Order online


aksararaska

Alamat: Blok Tanjakan Pala, Jl. Paledang Blok Gang Tanjakan Pala No.22 Paledang, Central Bogor, Bogor City, West Java 16122

Posted in #coffeeshop | Leave a comment

Trending topic

There are so many topics in life that can be a great article to read by many, but love and pursuing happiness will be two topics that is excite most of the people.

L. O. V. E.

And all its intriguing drama 🎭 will always become a part of human life. From Cinderella to Prince William, from Dayang Sumbi to Dasamuka, all of them are showing their love, which can be interpreted in many ways from readers pov, and can be adopt as a life lesson to all.

H. A. P. P. Y

… Is one tricky feeling, tbh. Why so? Everyone has their own personal perspective about it. So, if we add all the people in the world and multiply it with kinds of happiness then we get an extraordinary number of happiness. That’s why it is an important thing to comprehend, because it’s something that you, and you alone will understand.

Am I making any sense?

Posted in #LiFe | Leave a comment

Is it smoking or non smoking, sebuah pertanyaan yang masih ditanyakan di negeri ini

Perihal rokok di tempa umum atau publik saya sepakat dan ikut menyatakan ketidaksetujuan jika masih ada yang melanggar Perda tersebut (UU no 32 tahun 2009, UU no 39 tahun 2009, PP nomer 109 tahun 2012, Perda No 2 tahun 2005)

Perihal rokok di tempat umum atau ruang publik saya sepakat dan ikut menyatakan ketidaksetujuan jika masih ada yang melanggar Perda tersebut (Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara). Saya perokok, namum masih punya otak dan mengaku salah jika memang masih melanggar peraturan.

Semalam, kembali dibahas topik yang cenderung basi ini di satu tempat kuliner di Jalan Pandu Raya. Menjadi absurd karena jalur koordinasi manajemen yang kacau sehingga alur komando yang tidak jelas dalam memberikan instruksi pada karyawan yang bekerja pada tempat kuliner tersebut. sehingga, yang terjadi adalah pemilik usaha menginformasikan kepada karyawan dari usaha lain yang tidak ada hubungannya dengan kebijakan mengenai kawasan rokok, kebersihan lokasi pelanggan dan hal lain yang sewajarnya diinfokan ke pemilik tempat sebagai penyewa gedung.

perihal rokok, dari sumber ini ( hPerihal rokok di tempat umum atau ruang publik saya sepakat dan ikut menyatakan ketidaksetujuan jika masih ada yang melanggar Perda tersebut (Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara). Saya perokok, namum masih punya otak dan mengaku salah jika memang masih melanggar peraturan.

Semalam, kembali dibahas topik yang cenderung basi ini di satu tempat kuliner di Jalan Pandu Raya. Menjadi absurd karena jalur koordinasi manajemen yang kacau sehingga alur komando yang tidak jelas dalam memberikan instruksi pada karyawan yang bekerja pada tempat kuliner tersebut. sehingga, yang terjadi adalah pemilik usaha menginformasikan kepada karyawan dari usaha lain yang tidak ada hubungannya dengan kebijakan mengenai kawasan rokok, kebersihan lokasi pelanggan dan hal lain yang sewajarnya diinfokan ke pemilik tempat sebagai penyewa gedung.

perihal rokok, dari sumber ini (https://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4f5972d3e471d/sanksi-pidana-bagi-pelanggar-kawasan-dilarang-merokok/) dapat terlihat berbagai informasi mengenai landasan hukum perihal merokok di tempat umum. berikut ini merupakan kutipan dari artikel tersebut. ) dapat terlihat berbagai informasi mengenai landasan hukum perihal merokok di tempat umum. berikut ini merupakan kutipan dari artikel tersebut.

Perlu diketahui bahwa di Indonesia belum ada peraturan perundang-undangan yang secara langsung mengatur mengenai ketentuan pidana bagi seseorang yang merokok yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Hal ini karena, secara umum seseorang tidak akan meninggal dunia karena sekali terkena asap rokok orang lain.

Namun, untuk mengurangi dampak negatif penggunaan rokok, pemerintah telah memberikan berbagai peraturan perundang-undangan, di antaranya adalah dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (“UU Kesehatan”) dan peraturan perundang-undangan lainnya yang telah Anda sebutkan. Selain itu, pemerintah juga mengaturnya dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan (“PP 109/2012”) yang antara lain mengatur mengenai penyelenggaraan pengamanan bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau (termasuk rokok) bagi kesehatan meliputi:
– produksi dan impor;
– peredaran;
– perlindungan khusus bagi anak dan perempuan hamil; dan
– kawasan tanpa rokok.

Jika melihat ke dalam Pasal 18 Pergub 88/2010 disebutkan bahwa tempat atau ruangan merokok harus terpisah secara fisik dan terletak di luar dari gedung serta letaknya jauh dari pintu keluar masuk gedung.

Pimpinan dan/atau penanggungjawab tempat yang ditetapkan sebagai Kawasan Dilarang Merokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, apabila terbukti tidak memiliki komitmen, tidak membuat penandaan, tidak melakukan pengawasan kawasan dilarang merokok di kawasan kerjanya dan membiarkan orang merokok di Kawasan Dilarang Merokok, dapat dikenakan sanksi administrasi berupa:
– peringatan tertulis;
– penyebutan nama tempat kegiatan atau usaha secara terbuka kepada publik melalui media massa;
– penghentian sementara kegiatan atau usaha; dan
– pencabutan izin.
Namun, memang dalam penegakan aturan kawasan dilarang merokok ini dapat dikatakan belum efektif sebagaimana dicontohkan untuk di Kota Bogor dalam Siaran Pers: YLKI Mendesak Walikota Bogor Konsisten Tegakkan Perda Kawasan Tanpa Rokok sebagaimana yang kami akses dari laman Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia berikut ini:

Kota Bogor adalah salah satu pemerintah daerah di Indonesia yang menjadi pelopor regulasi tentang Kawasan Tanpa Rokok. Terbukti sejak 2009, Pemkot Bogor telah mensahkan Perda No. 12.Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Namun, tampaknya implementasi di lapangan masih kedodoran. Ini menunjukkan implementasi Perda tentang KTR di Kota Bogor tidak efektif, tidak serius, dan tidak konsisten. Salah satu contoh nyata pelanggarannya adalah di Hotel Aston Bogor Nirwana Resort (BNR). Menurut hasil temuan YLKI pada Rabu, 04/10/2017 pelanggaran KTR di Hotel Aston sangat tinggi. Pertama, tidak ada penandaan logo Kawasan Tanpa Rokok di area lobby hotel. Padahal sebagian besar lobby hotel adalah ber-AC dan tertutup. Kedua, akibatnya banyak orang merokok di area lobby Hotel Aston bahkan di resto. Ketiga, banyak ruang/kamar hotel Aston Bogor yang menyediakan asbak rokok. Termasuk di lobby hotel terdapat banyak asbak rokok.

Jelas, dari informasi diatas dapat diketahui bahwa pemilik tempat tidak bisa serta merta menyuruh karyawan tidak merokok jika sebelumnya tidak menyediakan kawasan untuk merokok. Dan peraturan ini berlaku kepada semua, bukan hanya karyawan saja namun juga pelanggan. Apakah pemilik usaha sudah memikirkan sampai sejauh itu sebelum melarang-larang?

Tulisan ini merupakan kontribusi aktif penulis kepada seluruh pemilik tempat usaha publik, baik usaha kuliner, jasa kesehatan atau bidang lain yang berhubungan dengan peraturan tersebut diatas. Semoga bisa lebih bijaksana dalam mengambil sikap.

Posted in #LiFe | Leave a comment

Sementara adalah ketetapan yang berjalan

Saya tidak bisa menggambar. Setidaknya, tidak bisa seperti yang saya perhatikan dari kemampuan mereka yang bisa dengan mudahnya membuat wajah, tubuh, lembah dan alam secara utuh.

Saya sadar diri dan membutuhkan bantuan dari penggaris, pensil dan penghapus yang setia menemani ketika aku berusaha menuangkan proyeksi dari alam pikiran.

“Thou shalt eat the herb of the field” Genesis 3:18 / Holy Piby

Terkadang, untuk dapat memperjelas proyeksi tersebut, cara untuk menstimulan pikiran adalah dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Konsep mendekat ke alam bukan hanya dengan hidup di alam, namun pola sosial, pola makan dan berbagai hal teknis yang saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat dunia.

Konsep hidup di dunia ini hanya sementara diterima oleh 3 agama Samawi, yang menerima konsep adanya Tuhan sebagai sang Pencipta, Adanya Nabi/Rasul sebagai utusanNya dan Alam ini akan berakhir (kiamat). Konsep ini memang berbeda dengan kepercayaan/agama lain yang mempercayai bahwa jiwa manusia itu abadi dan setelah kematian akan mengalami proses reinkarnasi.

Karena sementara, maka melakukan yang terbaik dalam hidup, bermanfaat bagi orang-orang disekitarmu, menjaga kelestarian alam, mendidik anak dan mengajarkan kebenaran adalah beberapa hal yang bisa dilakukan selama hidup di dunia.

Dan karena sementara itu pula, berkawan dengan siapapun, ngopi bareng anak-anak jalanan, makan nasi liwet bersama orang-orang terbuang dan terpinggirkan adalah yang saya lakukan selama masih bisa bernapas.

Contoh-contoh diatas tidak bermaksud untuk takabur atau mengintimidasi namun niat hati cuma sekadar berbagi. Mungkin ada kawan diluar sana yang melakukan hal yang sama.

Bagaimana dengan kalian? Apa yang sudah kalian lakukan? Silakan berbagi cerita jika berkenan ^^

Posted in #aksararaska, #api, #catatanperjalanan, #LiFe, PikiranPikiran | Leave a comment