ayah atau ibu?

 

Hari ini salah satu rekan kerja tidak masuk karena anaknya muntah2. hal ini terjadi ketika perjalanan menuju day care, menurut sumber yang sepertinya bisa dipercaya.

Dari penggalan kisah diatas, kita bisa memuji tindakan sang ibu, yang kebetulan merupakan rekan kerjaku, untuk tidak masuk kerja dan mengambil cuti demi kepentingan sang anak.

Namun, bisa juga keputusan tersebut diambil setelah perdebatan panjang antara sang ibu dan sang ayah yang kebetulan keduanya bekerja, dan memutuskan salahsatu dari mereka harus ada yang mengalah dan tidak bekerja.

Kita dapat menerima jika sang ibu yang mengalah dan mengurus anaknya dirumah. Namun jika yang terjadi sebaliknya? Sang ayah yang mengalahdan tidak bekerja dan malah mengurus anak dirumah?

Akan lebih mengherankan jika sang ibu meminta sang ayah untuk tinggal dirumah dan mengurus anak sedangkan ia yang pergi bekerja dan mencari nafkah.

 

Walau pada akhirnya semua akan menerima bahwa kenyataan saat ini memeng demikian adanya. Tak peduli siapa yang bekerja, salah satu atau keduanya yang penting perut terisi dan tidak perlu menjerit-jerit kelaparan.

Sekarang kembali ke diri sendiri, bagaimana menyikapi hal tersebut

Advertisements

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in SibukDenganPikiran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s