notasi

prolog:
Suara sayup terdengar dari radio dual band tua yang menyiarkan sebuah perbincangan. Suara renyah dari penyiar menjadi saru ketika kamu mengenali suara nara sumber di perbincangan tersebut..

Lalu kamu tersadar dari lamunan masa lalu ketika kamu berjalan dengan seseorang disamping yang memelukmu manja sambil berkata:

See? I told you so…

Kakinya lelah melangkah. Ia duduk pasrah di sebuah kedai kopi pinggir jalan di kota yang merasa dirinya besarnya kuat padahal bobrok dan bolong2-bolong seperti kain pel usang.

Menahan kantuk yang terakumulasi membuat tangan dan mata tidak terkoordinasi dengan dengan baik sehingga beberapa kali kesalahan ketik perlu ia koreksi. Berulang-ulang kali.

Ia menulis di gadget yang ia miliki,  Nokia C2, ia menulis pesan teks kepada dirinya sendiri.  sebuah pesan berisi pemikirannya.

Banyak orang, termasuk kamu, mengingatkan “jangan terlalu sibuk dengan pikiranmu”. kamu akan merasa di gerogoti. Pemikiran merupakan sesuatu yang kuat dan tidak berhenti sebelum kamu mati. Tak mengapa ia pikir. Toh, hidup pun cuma sekali.

Masih di kedai kopi pinggir jalan itulah ia berkontemplasi. Mencari kesenangan. mencari kebahagiaan.  Ia tak mengapa, hanya lelah. Lelah menjadi sumber jawaban dari berbagai pertanyaan. Lelah menjadi seorang pencari makan. Lelah menjadi patokan pengambilan keputusan dan lelah menjadi orang yang dianggap kuat.

.. Dan dalam kontemplasinya ia membayangkan sebuah notasi x. X mempunyai 2 kondisi pada satu waktu. x memenuhi kondisi Larangan Pauli,  yaitu notasi x tidak dapat memenuhi status kuantum yang sama secara simultan.

Maksudnya ialah manusia jika dianggap sebagai sebuah éntitas tidak dapat berada pada satu kondisi yang sama pada saat bersamaan. Notasi x memiliki dua state berbeda namun tidak dapat memunculkan status tersebut pada saat bersamaan.  Notasi x memerlukan waktu lain untuk dapat menunjukkan sifatnya yang lain. Tergantung ruang dan waktu.

Jika bicara ruang, kita juga perlu mengingat bahwa dalam hipotesa de Bloglie, semua benda di alam ini adalah sebuah gelombang. Dengan prinsip superposition,  maka gelombang-gelombang tersebut akan saling menguatkan satu dengan yang lainnya jika bertumbukkan.

Untuk menguasai ruang, diperlukan cara dan waktu yang tepat. Proper place for proper substance. Kelemahan hipotesa ini ialah ketergantungan terhadap ruang dan waktu membuat pergerakan kita terbatas. Jika terbatas,  maka proses superposisi tidak akan menjadi maksimal.

Inti dari latar belakang yang dari tadi ia kemukakan ialah Order,  Chaos dan Disorder.
Di dalam keteraturan terdapat kekacauan dan ketidakteraturan.  Dalam kekacauan yang membentuk ketidakteraturan akan membentuk sebuah keteraturan.

Setiap kali kita bertemu orang baru dalam hidup, kita menemukan ketidakaturan. seiring berjalannya waktu maka muncullah chaotic action. Interaksi antar individu dan individu dengan lingkungan membuat pola Chaos karena jarang terjadi satu kejadian yang sama setiap hari. Pasti ada hal baru yang terjadi.

Lelah yang ia rasakan merupakan perulangan dari lelah yang ia rasakan di masa lalu. Dan repetisi pun terjadi. Bertemu orang baru dengan sifat-sifat baru dan karakter baru. Walaupun proses belajar tak pernah berhenti namun di sekolah pun ada waktunya istirahat. Sepertinya wajar jika seseorang mengambil waktu sejenak sekedar untuk mengatur napas.

Istirahat, mungkin itu yang ia butuhkan. sekedar rehat sesaat. Atau kah lebih berarti jika rehat panjang di penghujung kehidupan yang bisa datang kapanpun tanpa pemberitahuan?

epilog:
Kopi hitam dalam gelas sudah 4 kali ia pesan. Tak sadar ia pun bersiap memesan gelas ke lima namun mengurungkan niatnya karena sadar uang di dompetnya takkan cukup membayar keempat gelas yang telah ia pesan. Jam dinding menunjukkan pukul 23.28 ketika perbincangan di radio digantikan oleh sebuah irama lagu yang bersemangat. Lalu ia tersadar bahwa perutnya belum diisi makanan semenjak siang. Isi dompet hanya mampu membayar 3 gelas kopi. Sepertinya istirahat panjang yang aku perlukan kata hatinya.

Advertisements

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in SibukDenganPikiran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s