Sekali dua kali trigakali: sebuah monolog

Apa ku bilang?

Seperti ini jadinya.
Takkan pernah ada bisa menerima kondisi ini.
Semua di mindset.
Semua merasa tau apa yang terjadi namun sebenernya tidak.
Hanya harus demi baris aksara yang menemani.

Ucapan selentingan di jejaring informasi kamu kumpulkan seakan wartawan mencari berita.

Padahal bukan siapa-siapa.

Menerima terkadang lebih sulit daripada memberi.

Satu kata bisa merusak segalanya.

Satu tindakan bisa berpengaruh ke semesta.

Bukan masalah benar atau salah.

Diam adalah opsi terbaik saat ini

Apakah ini saatnya berhenti?

September 11, 2014
@guru mughni

Advertisements

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in #LiFe, #monolog and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s