Tuan Ayah yang Selalu Marah

Seorang ayah tunggal yang tidak bisa membagi waktu antara kerja dan anak semata wayang nya karena sibuk mencari kebahagiaan bagi diri sendiri. Di usianya yang sudah tidak bisa dibilang muda,  ia masih berjalan sendiri bertemu dengan pengalaman-pengalaman baru yang ia anggap bisa menjadi bahan pembelajaran anaknya kelak. Namun ia tidak bisa bertemu rutin dengan anaknya karena waktu yang ia sediakan untuk anaknya begitu sedikit dan menyebabkan orang-orang melihat jijik kepadanya. Ia seakan tidak bisa bercermin bahwa sudah bukan waktunya untuk ia berjalan kesana kemari mencari kebahagiaan di luar sana. Sudah sering kali ia diingatkan bahwa kebahagiaan yang ia cari mungkin saja berasal dari anaknya tersebut, jika ia mau untuk membagi dengan adil waktu yang ia miliki. Kerja, anak dan kesenangan duniawi dalam porsi yang seimbang.

Sang ayah menerima kritik dan saran dari setiap orang yang memberikan perhatian. Ia berterimakasih kepada mereka yang masih bertahan berada disekitarnya walau ia tahu ia memiliki begitu banyak kekurangan. Ia sadar bahwa ia terkadang menganggap remeh hidup dan tidak menerima pendapat orang sekitar yang tidak sepemikiran dengannya. Ia lakukan itu karena ia anggap dengan menerima semua pendapat itu berarti ia akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk berpikir. Dan berpikir menghabiskan banyak waktu.

Namun, kenapa kamu selalu marah?

Ia tersadar bahwa selama ini ia tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Selama ini ia selalu berusaha mencari dan belum pernah menemukan yang pasti. Semua sama di mata dia ketika pada akhirnya mereka semua pergi meninggalkan dirinya dan anaknya. tak ada yang berubah. Kekecewaan demi kekecewaan bergulir dari satu kala ke kala selanjutnya … hingga akhirnya kamu menemukan orang yang memberikan kamu kesempatan untuk melihat hatinya.

Lihat hatiku

Dan ketika itu terjadi barulah ia tersadar bahwa ia sedang terjebak di dalam zona nyaman yang sedang menghisap dirinya ke dalam waktu yang lebih cepat.

Ia sadar ia telah menemukan kenyamanan yang ia cari.

Ia menikmati keindahan yang ia lihat dihadapannya dan ia sadar bahwa ia bisa menjaga dan melindungi kenyamanan ini.

Ia juga menyadari bahwa kenyamanan ini akan segera lepas dari dirinya maka ia benar-benar khawatir jika ia melewatkan sebentar saja waktu jika tak bersama kenyamanan tersebut. ia akan sangat marah jika kenyamanan tersebut terenggut oleh entitas lain yang hanya akan merusaknya.

Ia percaya bahwa hatinya merupakan hati merdeka dan lepas.

Tak bisa di beri sangkar. Liar

 

hati liar seperti partikel dalam ruang  hampa.

manusia mencoba mempostulatkannya.

mencoba.

..dan hanya mencoba yang bisa manusia lakukan

try a little bit harder

 

 

Advertisements

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in #Catatan perjalanan, #story, SibukDenganPikiran and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s