[muara] Sampai

kini kau hanyalah lembaran putih kosong
yang menunggu ujung pena menorehkan kisah kamu

kembali ke awal


kembali ke dalam gua dan mengerahkan topeng-topeng palsu wajahmu
untuk menemani teman-temanmu… teman-teman palsumu.
dan menunggu sahabat yang akan datang kembali ke samping karena merekalah yang mendengarkan diam kita.
kepada merekalah kamu memberikan segalanya. segalanya yang kamu punya walau tidak ada apa-apa kepada seseorang yang tidak pantas mendapatkannya hanya akan memberikan kesia-siaan.  maka ia menunggumu wahai yang ditunggu. datanglah kemari dan terima diri ini apa adanya tanpa memikirkan adanya apa. kemarilah dan dengarkan malam berbicara dan berdiskusi dengan bulan.. tentang hujan. Hujan yang sudah lama tak keliatan. entah menghilang atau air laut sudah tak ada lagi hingga hujan pun tak kunjung datang.

kemarilah mendekat dan kita berpelukan wahai engkau yang ditunggu. aku sudah sampai  disini,  dj tempat tujuan kita,  sebuah  Muara. Tempat semua rencana menjadi satu,  saat kebahagiaan bertemu dengan diri mereka yang mencari.

menatap senja tenggelam,  menenggelamkan masa lalu berlalu dengan waktu. menikmati kesejukan malam yang menyayangi.

kemarilah dan kita makan bersama, bercanda dan berbicara tentang segala.

kemarilah.. kemarilah…

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in #LiFe, #muara, #story. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s