[muara] apologi [sebut saja] bunga

seperti bunga kering dipinggir jalan
terlepas dari tangkainya
ia mati. ia tak mampu bertahan tanpa sumber kehidupannya.
tangkai bunga akan terus berkembang dan menjadikan sebuah bunga baru pengganti bunga kering dipinggir jalan itu.

bunga kering dipinggir jalan itu berpikir sebelum ia menemui awalnya, sebelum menjadi keriput, berubah warna dan akhirnya terurai lalu lenyap diterpa angin yang membawanya menuju segala arah dan tujuan.

sang bunga kering dipinggir jalan berkata :
.. pemikiranku begini… ia berkata kepada tangkainya yang berada diatas sana, yang hanya melihat ia tergeletak terkapar tak dapat bergerak.

aku bantu kamu yang aku kenal dulu.
aku ga kenal kamu yg sekarang.
aku punya janji dengan kamu yang aku kenal dulu.
biarkan aku selesaikan janjiku padanya.

kamu harus menunggu. entah ada berapa kamu yang ada.

lalu tangkai bunga menjawab:

akan tumbuh bunga baru di tangkaiku. identitas msh sama, orang-orang akan tetap memanggilnya bunga.
Tp.. ya sudah.. kamu bisa muncul sebagai apapun setelah ini.
sedangkan Aku, akan menjadi sosok baru bagi kamu sekarang.
waktu yg bisa buat kamu akan mengenali.
Mungkin butuh waktu lama, mungkin tidak
Tapi yang instan, tidak pernah sehat untuk kesehatan. Akhirnya aku sadar.

aku paham
aku penyakit
aku akan
dan sedang kulakukan

Advertisements

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in #LiFe, #muara. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s