Istirahatlah. Ayah

Sekilas tentang dirimu
Yang lama ku nanti
Memikat hatiku
Jumpamu pertama kali
Janji yang pernah terucap
Tuk satukan hati kita
Namun tak pernah terjadi
Mungkinkah masih ada waktu
Yang tersisa untukku
Mungkinkah masih ada cinta di hatimu
Andaikan saja aku tahu
Kau tak hadirkan cintamu
Inginku melepasmu dengan pelukan
Sesal yang datang selalu
Takkan membuatmu kembali
Maafkan aku yang tak pernah tahu
Hingga semuanya pun kini tlah berlalu
Maafkan aku
Maafkan aku
Mungkinkah masih ada waktu
Yang tersisa untukku
Mungkinkah masih ada cinta di hatimu
Andaikan saja aku tahu
Kau tak hadirkan cintamu
Inginku melepasmu dengan pelukan
Inginku melepasmu dengan pelukan

Masih di dalam kamar, kamu duduk menatap layar yang sedari tadi masih putih.

Belum ada garis-garis hitam yang membentuk abjad hingga membentuk aksara dan menyajikan makna pemikiran yang hingga kini tak tersalurkan dengan baik gegara tak ada yang bertahan untuk bertukar pikiran dan perasaan denganmu.

Pelarianmu ya ini, menulis di layar putih yang setia menemani malam-malam selepas bekerja. Sejenak kamu melirik ke arah anakmu yang tertidur di pojok kasur. Ia memang suka dekat dinding jika tidur, sama seperti ibunya dulu. Banyak malam kamu tak bisa menemaninya tidur, sehingga di umurnya yang baru genap menjadi dua digit angka, ia telah mampu mengurus dirinya sendiri.

Kamu kembali menatap layar putih. Mungkin malam ini kamu tidak bisa ‘berbicara’ padanya. Ada sesuatu yang kamu rindukan ialah tatapan teman bicara di hadapan yang tanpa mengeluarkan suara pun sudah cukup karena ia ada disana untuk mendengarmu. Cukup sudah.

Kamu lalu teringat sebuah cerita tentang seorang perempuan yang menunggu lelaki yang ia dambakan. Saling menunggu yang mereka lakukan, karena sama-sama takut untuk berkomitmen. Lalu terpikir olehmu bahwa dia..cinta..merupakan proses timbal balik. Jika kamu takut berkomitmen, maka hingga kapan pun kamu takkan mampu berkomitmen dengan siapapun. Mudah untuk diucapkan memang dan pastilah sulit untuk dilakukan, namun, bukankah itu indahnya cinta? Ketika sakit yang terasa, namun keinginan untuk disakiti kembali itu ada, walau tidak berlebihan. Semua yang berlebihan itu takkan berguna.

Kamu perhatikan apa yang terjadi dengan mereka dan hingga satu titik kamu yakin mereka akan bersama, pada waktunya, jika masing-masing sudah bisa mengerti apa yang alam coba lakukan terhadap diri dan pemikiran mereka sehingga mereka bisa bertemu, bersama dan hingga akhirnya hidup bahagia.

***

Perlahan kamu beranjak dari kursimu dan mendekati kasur, tempat anakmu berada. Tanganmu menyentuh dahinya, mengusap rambut ikalnya. Wajahmu lalu mendekat, hendak mngecup keningnya. Melihatnya tertidur pulas itu selalu membuat kamu tersenyum

#np Rumah Kita – God Bless terdengar dari playlist yang kamu atur di komputermu. Kamu teringat ketika anakmu baru berumur 4 bulan, kamu sudah memperkenalkan lagu-lagu Iwan Fals kepadanya, diantara lagu-lagu lain yang kamu perdengarkan kepadanya. Anakmu pasti senang ketika lagu Nak terdengar olehnya. Kamu pasti ikut bernyanyi dan menggendong anakmu.

Duduk sini Nak dekat pada bapak

Jangan kau ganggu ibumu

Turunlah lekas dari pangkuannya

Engkau lelaki kelak sendiri

Bahkan sekarang ia sudah bisa menyanyikan lagu itu. Sungguh hebat ingatan seorang anak. Ia mampu mengingat kejadian-kejadian yang bahkan kamu sudah lupa. Yang kamu ingat saat ini ialah sekarang tengah minggu dan akhir pekan masih lama. Waktu kalian bisa bersama dengan leluasa tanpa gangguan pekerjaan. Malah yang ada, kamu yang sering meniggalkan ia karena urusan keluar kotamu dan hanya bisa menyisihkan waktu satu akhir pekan bersamanya.

Ah kamu butuh istirahat juga sepertinya. Istirahat dari pekerjaan kantor yang menyita setengah harimu padahal kamu bisa mengurus ia dirumah. Bila saja kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan. Tapi lalu kamu berpikir bahwa memanfaatkan waktu yang ada untuk bisa melakukan hal-hal yang berguna tidak bisa dibilang rugi.

Kamu mendambakan bisa mengantar sekolah anakmu daripada harus berangkat awal di pagi hari, bersaing dengan orang-orang yang bekerja di luar kota. Mengerjakan pekerjaan rumah ketika anakmu sekolah sembari menghasilkan uang dari rumah disela waktu itu. Lalu ketika tiba waktunya menjemput pulang sekilah, kamu telah selesai menyediakan makan siang untuk kalian santap bersama. Kamu akan menanyakan bagaimana sekolah, belajar apa hari ini, apa yang ia bicarakan di sekolah dengan teman-temannya dan lalu kamu dengarkan ia bercerita. Setelah santap bersama kamu akan menemaninya mengerjakan pekerjaan rumah, jika ada, dan jika itu selesai kamu akan mengajaknya jalan sore, entah ke taman atau sekedar melangkahkan kaki melihat situasi. Menjelang petang, kamu akan mengajaknya pulang dan bersama menyiapkan makan malam. Menu yang kalian masak selalu sederhana, namun, entah kata siapa, masak menggunakan cinta itu akan membuat masakan menjadi nikmat untuk di santap. Dulu, sebelum tidur, kamu selal membacakan cerita walau satu halaman dari buku yang ia ingin dengarkan. Dari kecil kamu memang mengajarkan bahwa membaca buku itu penting. Kamu selalu menyisihkan waktu untuk pergi bersama ke toko buku dan membeli satu buku tiap bulan untuknya. Biasanya di akhir pejan, sehingga kalian bisa punya waktu bebas untuk memilih buku mana yang akan di baca bulan itu. Waktu kalian bersama untuk makan di luar, menikmati makanan selain yang bisa kamu masak untuknya, menikmati waktu berkualitas dengan anak.

Sekarang kamu sedang serius melihat wajahnya, wajah ibunya, yang pergi meninggalkan kalian berdua. Tapi kamu selalu berkata bahwa itu tak mengapa, itu pilihannya. Yang terpenting ialah kalian bersama. Kamu terkadang kesulitan mengatakan bahwa kamu sayang sama anakmu. Kamu selalu sulit menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaanmu, karena kamu menganggap bahwa kata0kata terkadang tak mampu untuk menanggung beban perasaan yang ada didalam hati. Dan jikalau ada pun, seringnya bukan dalam Bahasa.

Waktu kecil ia paling suka di elus-elus keningnya sebelum tidur, membuat ia mengantuk. Waktu itu ia selalu tertidur di bahu atau dadamu, hingga tanganmu kram :)

Ia kini sudah besar, berbeda sekali. Ia sudah tumbuh. Dan itu yang membuatmu berpikir, lalu bagaimana kamu? Tak penting katamu saat ini.

Advertisements

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in SibukDenganPikiran and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s