Ketika berdiri di gerbong kereta

Seorang Ayah dengan anak laki-lakinya berdua berdiri di gerbong kereta. Anaknya digendong, terlihat mengantuk. Ketika ada pasangan yang berdiri, sang Ayah menghampiri lalu duduk memangku anaknya yang mengantuk tadi. Ia berusaha menghubungi seseorang namun terlihat seperti kehabisan pulsa. Mungkin ia hendak mengabari mungkin ia hendak memberitahu, dan mungkin masih banyak kemungkinan yang mungkin terpikirkan oleh sang Ayah. Kita takkan pernah tahu. Lalu seorang perempuan menawarkan untuk menggunakan telepon selularnya untuk digunakan sang Ayah, senyum mengembang di wajah sang Ayah, dan ucapan terimakasih terucapkan kepada perempuan tersebut.

Kakek dengan tas sekolah milik cucunya yang hrndak pergi kesekolah berdiri ketika seorang ibu dengan bayinya naik gerbong ini namun tak ada yang berdiri memberikan tempat duduk mereka kepada sang Ibu. Bahkan mereka yang duduk di bagian prioritas, mungkin mereka tak tahu atau tak bisa membaca. Kakek tersebut menemani cucunya berdiri, lalu sang Ibu duduk disamping Ayah dengan anak yang mengantuk.

tatapan mereka kosong menatap ke depan
kereta pun terus berjalan

View on Path

Advertisements

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in SibukDenganPikiran. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s