Nasitahutempe

image

Di dalam sebelah nasi bungkus terdengar perdebatan seru antara dua lauk. Tempe dan TAHU. Tempe berkabar kepada Tahu bahwa ia akan disantap terlebih dahulu oleh tuannya. Secepat kilat Tahu mengatakan seharusnya, bahwa ia yang akan terlebih dahulu disantap. Perdebatan semakin sengit sehingga membuat sang Nasi berdeham keras dan membuat kedua ya terdiam.

Nasi lalu bertanya, ‘Tempe, apakah kamu Sula di makan sendiri tanpa diriku?’
Lalu Tempe menjawab, “Tentu. Apalagi jika aku di goreng renyah. Walau di beberapa tempat, aku lebih suka dinikmati dengan tepung dan disebut mendoan. Tak mengapa, yang penting, tanpa dirimu, Nasi, aku pun bisa dinikmati sendiri.

Lalu Nasi bertanya kepada Tahu. ‘sedangkan kamu Tahu, apakah kamu juga bisa dinikmati tanpa diriku?’

Tahu menjawab, “Iya, aku juga bisa dinikmati walau tanpa dirimu Nasi. Tinggal goreng saja diriku lalu aku bisa langsung disantap. Terkadang aku lebih suka jika bermandikan kecap dan irisan rawit. Bahan, jauh lebih banyak cara menikmati aku. Bisa di pepes, di sayur, tergantung imajinasi yang memasakku.

Lalu Nasi yang sedari tadi menyimak jawaban kedua lauk tersebut berkata “akankah jauh lebih nikmat jika kita bertiga bersama-sama dinikmati sang Tuan yang sedang kelaparan? Tentunya ia tidak akan ambil pusing bagaimana penyajian engkau Tempe ataupun dirimu Tahu. Pada saat ia kelaparan, hanya satu yang ia pikirkan yaitu bagaimana caranya supaya kenyang. Bukan kah demikian?

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in #kuliner, #LiFe, #opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s