Kau ku beri nama

image
… Kau slow mo
Wahai sang pembuat lambat.
Zarah kecil penakluk gerak.
Penghambat cepat.

Semua di sekitar pun demikian terlihat.
Kamu nikmat dengan minuman hangat.
Itu jika kamu di negara hangat.

Entah jika kamu di negara dingin.
Nanti kita coba setelah sebatang semangat.
Oh, ternyata gerak menghangatkan telah berpengaruh pada raga.
Bagaimana kabar Mu, Jiwa?

[monologue]
Menghisapndalam dulu kata kamu, sambil mengambil sebatang dari asbak. Lalu kamu bergerak ke dalam untuk menikmati dingin dan sensasi yang dihasilkan. Sedikit turun dan terjaga. Melihat sekitar yang sedang berbicara. Menurut kamu itu menarik, Melihat mereka yang sedang berdebat. Perempuan meninggikan suara dan lelaki mencoba menahan. Mungkin ia pikir ini tempat umum dan kurang tepat untuk bersuara besar. Lalu di kejauhan seorang kasir, berdiri melayani pelanggan yang sedang belanja. Kadang berbicara dengan satpam yang berada di sampingnya, menjaga. Dua orang gadis, perempuan, keluar dari toko dihadapan itu. Tante itu melirik ke arah sini, sedangkan lelaki itu dihadapannya, ah. Dan kamu terus menunjukkan perhatian kepada layar dihadapanmu.

[Tuhan]
Kenapa kamu disitu?
Di saat yang lain sedang bersyukur. Bersujud.
Tangan Kananmu yang menjadi perhatian? Karena ia tidak bertanggungjawab dengan baik dan sebagaimana mestinya?

[monologue]
Dan hanya sesaat Ia datang, sesaat namun ada. SUARA ITU. Walau kamu berusaha mengalihkan dengan mengambil gambar namun perhatianmu kembali ke layar dan mencoba menuliskan suara – suara didalam kepala. Kamu sadar bahwa jika ini ketauan maka kamu akan mengundang Tanya. Tanya akan selalu Datang ketika kamu dianggap tidak sepaham.

Dan Tanya ada dimana mana… Mirip dengan Mati.

[Mati]
Musik jazz melantun pelan di siang yang tidak terlalu panas ini. Semakin banyak orang yang berdatangan dan memesan makanan, minuman dan kenikmatan ruangan yang di tawarkan. Ketika mati, tubuh pun berdeformasi, berubah warna menjadi ungu dan membusuk. Namun dalam ruangan ini, ungu yang ada begitu indah. Dan tidak hanya ungu, darah merah dan darah putih pun hadir menemani.
Kata siapa Mati itu menyedihkah?

ungu

Dan lalu kamu didatangi oleh 2 Bidadariku yang akan menemani perjalanan pulang ke rumah… Dan lalu kamu teringat Tanya. Dan kamu menanyakan… kemana kalian akan membawaku?

mati

source picture: http://goo.gl/mfV9HJ

Advertisements

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in #coffeeshop, #jazz, #katakata, #ladies, #LiFe, #mind, #monolog, #room, #sendiri, #siang and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s