Aset Perusahaan

 

Bekerja pada perusahaan [keluarga] harus pintar-pintar berinteraksi. Kamu tidak tahu di penghujung hari apa yang akan terjadi padamu. Perasaan dimanfaatkan pasti pernah terlintas di setiap pekerjaan namun jika di tambah dengan perasaan tidak bisa berkomunikasi dan tidak mendapatkan suasana kerja yang profesional, maka sewajarnya jika mengundurkan diri menjadi pilihan.

Seorang karyawan yang hendak mengundurkan diri dari sebuah perusahaan karena mengalami hal-hal tersebut diatas dan juga sedang menghadapi situasi orang tuanya yang sedang sakit-sakitan merasa diperlakukan tidak adil. Terutama ketika ia yang selama sepekan tidak masuk kerja karena berurusan dengan situasi pribadi tersebut dan secara ‘dipaksa’ berhenti dari pekerjaannya sebelum waktu pengunduran diri yang telah di sepakati ketika ia masuk di pekan berikutnya. Untuk mengambil barang-barangnya, ia pun di kawal ke ruangannya dan bahkan tidak diberi kesempatan untuk berpamitan dengan rekan sekerja yang selama ini hadir di kehidupan kantor sehari-hari selama lebih empat tahun ia bekerja pada perusahaan tersebut. Selesai berkemas, ia pun menanyakan perihal perhitungan akhir yang akan ia dapatkan karena ia merasa yang terjadi dengan dirinya bukan lagi pengunduran diri namun pemberhentian kerja secara sepihak akibat absen selama sepekan akibat situasi pribadi tersebut diatas. Selain alasan kurang bukti autentik yang disebutkan oleh perwakilan pihak perusahaan, alasan pemberitahuan yang dilakukan oleh karyawan tersebut melalui layanan pengirim pesan (Whatsapp) dianggap tidak formal. Di akhir bulan, keryawan tersebut mendapatkan surat elektronik yang mendeskripsikan rincian gaji dan sisa THR yang di dapat dan totalnya ialah sepertujuh dari gaji sebulan yang normal ia dapatkan. Jangankan untuk membayar tagihan, untuk makan sehari-hari selama sebulan pun masih kurang untuknya dan keluarganya. Melihat ketidakadilan ini, ia pun berusaha menghubungi Departemen Tenaga Kerja dan mencoba untuk konsultasi.

Melihat kebelakang, jika karyawan lain yang ‘dekat’ dengan pihak manajemen, akan mendapat perlakuan berbeda, sebagai contoh perihal jam kerja yang lebih longgar, keluar masuk kantor atau menggunakan telepon selular pada jam kerja secara berlebihan atau bahkan bisa makan siang lebih dulu sebelum jam istirahat. Hal-hal demikian, walau menurut mereka cuma beberapa menit, namun tidak mendapat perlakuan atau denda.

Ketidakadilan seperti ini merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan jika melamar kerja. Mempelajari peraturan perusahaan supaya tidak ada penyelewengan peraturan dan memahami pola interaksi intern kantor merupakan hal yang bisa membantu melewati masa-masa seperti demikian. Jika memang terjadi ketidakadilan, seharusnya Depnaker bisa membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in #LiFe, #opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s