Manusia Kamar Kos

 

balcony-419257_640.jpg

Kamu teringat sebuah cerita karangan Seno Gumira Adjidarma yang berjudul Manusia Kamar ketika kamu sedang membereskan barang-barang di kosan kamu yang baru. Sudah beberapa hari sejak kamu pindah namun masih banyak barang yang tertinggal di kosan lama yang belum berhasil kamu angkut, ya angkut, ke kosan baru. Mengapa diangkut pikirmu? karena pertama, sewa mobil pick up tidak bersahabat dengan kondisi dompet kamu saat ini yang memang sedang tidak bekerja. Di hari ke lima kamu masih berkutat dengan merapikan buku-buku ketika penjaga kosan datang menghampirimu seraya berkata, “Kalau kamu mau buang sampah, buang aja ke sungai. Jadi, tidak perlu repot bayar iuran kebersihan atau semacamnya.”

Lalu dengan memberikan tatapan bingung kamu cuma bisa berkata “itu kan merusak lingkungan”.

Namun, yang ada di kepala jauh melebihi kata-kata itu. Kamu berpikir bahwa di masa ini yang hampir semua bidang sadar lingkungan, karena bumi sudah tidak muda lagi, masih ada saja yang berpikiran demikian. Lalu kamu mengira bahwa dia hanya menyampaikan pesan dari pemilik kos, lagi pula dia kan hanya bekerja di tempat kos kamu sehingga segala sesuatu yang keluar dari mulutnya kemungkinan besar merupakan pesan dari sang pemilik kos. Dan hal tersebut membuatmu semakin murka. Kenyataan bahwa seorang pebisnis seperti pemilik kos ini yang mengutamakan keuntungan diatas segalanya membuatmu merasa jijik. Menurutmu, mengambil untung dalam berbisnis merupakan hal mendasar dan wajar namun jika mengorbankan lingkungan, hal tersebut menjadi tidak wajar dan perlu diberantas. Kamu terpikir untuk menghubungi pemilik kos dan membicarakan hal ini secara langsung, karena hanya dengan dia kamu bisa menyatakan pendapat ini. Dan jika hal ini tidak mendapatkan respon yang sesuai, wajar jika menyatakan pernyataan ke pada publik tentng isu ini, minimal publikasi di media sosial pribadi. Opini ini sudah menjadi hal mendasar yang perlu di ketahui dan dimengerti oleh publik sehingga kebodohan seperti ini tidak disebarluaskan dan mudah-mudahan dapat dihentikan sehingga generasi penerus kita tidak lagi berpikiran hal yang sama. Semoga.

Advertisements

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in #aksararaska, #environment, #LiFe, #lingkungan, #monolog, #opini, #story. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s