[laut] Indahnya berterimakasih

234084-ethiopia

Terimakasih

Sore tadi di bus antar kota, hujan turun dengan keukeuh, bersikeras, dan juga gigih hingga basah sudah bumi yang semakin kering kerontang ini… Ketika itu naiklah seorang penjaja makanan yang biasa menawarkan barang dagangannya, tanpa mengeluhkan cuaca yang kurang membuat nyaman bagi sebagian besar masyarakat. Ia pun memulai pidato singkatnya tentang barang dagangan yang secara perlahan di taruhnya di pangkuan penumpang-penumpang, dengan sopan meminta permisi yang tentunya tidak ada alasan untuk tidak memberikan permisi tersebut. Tak lama ia kembali ke depan, dekat dengan bangku pengamat duduk. “Bapak mau?” ucapnya sopan. “Tidak, terima kasih” ucap pengamat dengan senyum tulus karena ia baru saja merasakan kenyamanan yang tidak bisa dijelaskan dengan baik oleh kata-kata yang digunakan di negara ini.

Namun, pengamat tahu bahwa perasaan yang ia rasakan adalah nyata. Perasaan bahwa sebuah kata jika dengan tulus di ucapkan maka akan memberikan perasaan tenang dan nyaman. Kata dengan makna yang memang pada tempatnya, tanpa politisasi dalam makna.

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in #catatanperjalanan, #LiFe, #lingkungan, #monolog, #opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s