..hari ini sungguh menyenangkan..

IMG_20160412_162710093.jpg

Kamu tidak bisa membiarkannya pergi, terlalu banyak yang ia ketahui tentang kamu. Tidak ada jaminan ia akan menyimpan informasi mengenaimu selamanya. Apalagi setelah kejadian malam ini. Kamu tidak boleh membiarkannya pergi.

“Aku antar pulang ya” dengan nada selembut mungkin kamu mengatakannya.

“Ga usah” katanya resah, mencoba menghindarimu. Bahkan matanya tertunduk waktu ia mengatakannya.

“Aku antar pulang” katamu mantap seraya mengambil kunci motor dari tangannya.

Ia sepertinya hanya bisa menatapmu karena kamu sudah berjalan menuju pintu tanpa melihat ekspresinya.

***

Kamu melaju semakin cepat mendekati jembatan itu. Jembatan yang melintasi jalan tol dan lalu kalian tinggal belok kanan untuk sampai ke rumahnya. Sebentar lagi pikirmu. Tangan kanan semakin menegang dan semakin kencang menekan sehingga motor matic yang tidak seberapa kencang itu melaju. Kamu sadar bahwa ia menegang di belakangmu. Tapi ia tidak berpegangan kepadamu. Bagus. Kamu bisa menjalankan rencanamu dengan sempurna kalau begini. Semakin mendekat dengan pinggir jembatan motor yahg kalian tumpangi sudah mendekati batas kecepatannya. Kamu melihat angka 90 di speedometer. Tapi matamu mungkin saja bisa salah. Lagi pula motor matic memang tidak didesai untuk kecepatan tinggi. Ini sudah cukup menurutmu. Dengan perhitungan singkat kamu memperkirakan trajektori motor ketika menghantam trotoar dan pembatas jembatan yang terbuat dari besi itu akan membuat tubuh kalian terlempar 2,5 meter ke atas. Tubuhmu masih bisa menangkap pagar besi dan jika cengkramanmu kuat kamu akan bertahan. Tubuhnya akan terlempar setengah meter lebih tinggi, mengingat berat tubuhnya dan kecepatan motor. Seharusnya ia akan terlempar langsung menuju jalan tol di bawah sana. Dan perhitunganmu meleset. Sayang sekali.

***

Tubuhmu cuma terlempar setinggi 2 m. Itu pun setelah kamu menekan rem tangan di saat terakhir. Entah kenapa kamu melakukan itu. Namun hal itu membuat tubuhnya melayang melebihi tinggi pagar pembatas. Bahkan tidak secuil benang dari bajunya yang terkena pagar pembatas itu. Ia langsung melayang menuju jalan tol di bawah sana. Tubuhmu tertahan pagar pembatas dan terjatuh ke trotoar. Memar di bahu tidak kamu rasakan. Kamu segera berusaha bangkit dan melihat kebawah. Ke jalanan itu. Mencari tubuhnya. Namun yang kamu lihat cuma truk yang terhenti dan orang-orang yang mulai berteriak-teriak tidak jelas. Ada sesuatu di bawah truk tersebut yang membuat orang-orang tersebut menjadi bertingkah seperti itu. Sarung tangan yang kamu gunakan membuat sidik jarimu tidak terekan pada stang motor. Alibimu kuat. Kamu melihat sekitar dan tidak ada seorang pun yang berada di atas jembatan itu. Dan senyum pun tersungging ketika kamu berlari kecil meninggalkan trotoar itu menuju arah yang berlawanan :)

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in #aksararaska, #badai, #catatanperjalanan, #LiFe, #words. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.