Hari Ini…Lima Tahun yang Lalu

Tembakan2316Pagi itu aku masih berangkat kerja dari rumah sakit, tempat anakku dirawat.

Sudah sebulan aku tinggal di rumah sakit itu. Matras di bawah tempat tidur sudah menjadi kasur empuk setelah aku selesai bekerja di ibukota. Hiburan malam adalah bercanda dengan almarhum anakku atau dengan istriku. Terkadang sudah tidak sempat untuk bercanda karena ia perlu beristirahat setelah seharian menjaga anak kami dan gantian aku yang menjaganya. Terkadang, hidup mengajarkan pelajaran dengan cara yang keras dan tanpa kompromi.

Ketika 5 tahun lalu anakku kembali ke pangkuanNya, saat itu timbul berbagai perasaan dan pikiran yang kini semakin jelas arah dan tujuannya. Apa makna yang perlu dipelajari dan perlu di perbaiki. Pelajaran utama adalah, jangan pernah menghakimi orang lain. Sekecil apapun itu. Karena apa yang kita dan mereka alami sudah ada yang menyuratkan dan tidak ada garis yang sama persis. Setiap kehidupan mempunya ciri khas yang tidak bisa disamakan satu dengan lainnya.

Sama seperti berkomunikasi, tidak ada orang yang bisa menjadi diri orang lain atau meniru cara orang lain dalam menyampaikan maksud dan tujuan, kata kuncinya adalah kesepahaman untuk tidak sepaham, jika memang ada perbedaan pendapat. Dan itu yang masih saja menjadi permasalahan di negeri ini, tidak bisa menerima perbedaan pendapat. Hal ini pula yang sedang gemar dibahas di media massa atau media-media lainnya. Perbedaan pendapat bisa menjadi pemersatu, seperti pada saat masa perjuangan dan masa sebelum kemerdekaan. Kini semua perbedaan yang terjadi malah menuju perpecahan dan aksi separatis.

Apakah mereka lupa bahwa sudah begitu banyak nyawa yang hilang demi menjaga persatuan dan kesatuan negara? Negeri ini perlu merubah pola pikir yang mudah diatur oleh pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan pribadi, golongan atau kepentingan yang tidak mementingkan kepentingan rakyat kecil yang tidak mampu.

Membahas permasalahan negara saja sudah menyita tenaga dan waktu, apalah masalah rakyat kecil bagi mereka, para pemerintah yang hanya memikirkan keuntungan duniawi. Beruntung jika masih ada mereka yang mau terjun langsung ke jalanan dan bertemu dengan rakyat, mendengarkan dan memberikan solusi bagi mereka yang membutuhkan.

Mudah-mudahan, salah satu penyebab kematian anak balita di dunia adalah pneumonia, seperti yang dialami oleh almarhum anakku, Bhumi, penyakit ini tidak menjadi penyebab kematian bagi anak dan cucu kita kelak, karena pemerintan telah memerhatikan masakah kesehatan dan keselamatan serta kesejahteraan rakyat kecil yang tidak mampu. Karena, jika kembali ke masa 5 tahun yang lalu, proses administrasi dan pembayaran yang dilakukan oleh pihak rumah sakit masih terngiang hingga saat ini, karena begitu menyulitkan dan memberatkan. Jika tidak punya uang, tidak perlu pergi ke rumah sakit. Itu yang dulu ada di pikiran. Mudah-mudahan hal itu hanya menjadi pemikiran kuno yang tidak perlu lagi dialami oleh mereka yang membutuhkan layanan kesehatan di rumah sakit saat ini.

Akhirkata, disamping semua pikiran diatas, Aku tetap berpikiran bahwa semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan, sama seperti kamu, Bhumi, anakku. Berbahagialah disana denganNya.

Amin.

 

Advertisements

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in #aksararaska, #catatanperjalanan, #laut, #LiFe, #monolog. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s