Seleksi Alam : Sebuah Pandangan Umum

(sumber : Grup Chatroom Informal KBPA, foto kegiatan SAR Mak Titing, Cikole, Bandung, 2017)

Menyadari kenyataan bahwa pemikiran seseorang tidak akan pernah Sama satu dengan yang lainnya merupakan suatu hal yang lumrah. Namun, manusia terkadang lupa bahwa ekspetasi adalah musuh dalam bayang-bayang yang selalu mengikuti kemana pun pemikiran pergi. Berdasarkan ilmu yang di pelajari oleh manusia, beberapa hal dalam hidup dapat di jelaskan secara empiris namun sebagaian lagi terkadang hanya dapat diterima oleh nalar, dan hal itu menyebabakan perbedaan persepsi dari masing-masing individu. Berbagai sudut pandang akan bermunculan jika sedang melakukan diskusi terbuka tentang suatu permasalahan. Oleh karena itu, perlu di lakukannya suatu metode untuk menyatakan pendapat dan sudut pandang tentang permasalahan yang sedang diangkat. Hal ini di pelajari oleh penulis ketika sedang berkegiatan di Bandung, bersama Forum Komunikasi KBPA se Bandung Raya. Menarik ketika setiap sebelum melakukan kegiatan, dilakukan sebuah kegiatan yang diberi nama ‘pandangan umum’. Kegiatan ini bertujuan agar mereka yang hadir memberikan ‘pandangan’ tentang Tema atau permasalahan yang akan dibahas. Tidak jarang memang beberapa individu yang hadir tidak paham makna dari pandangan umum ini dan hanya sekedar mengucapkan terimakasih, Salam, atau memperkenalkan diri saja. Terlepas dari itu, pandangan umum ini dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan inti sehingga akan terlihat sejauh mana pembahasan yang dilakukan dapat di pahami oleh mereka yang hadir. Dari sini, dapat dihitung sejauh mana kontribusi yang dapat diberikan oleh para individu yang menghadiri kegiatan tersebut dan sejauh mana komitmen yang diberikan terhadap apa yang mereka ucapkan. Polemik yang mungkin terjadi muncul disini. Ketika pembahasan serta pemahaman mengalami friksi dengan kepentingan-kepentingan yang mungkin terjadi. Biasanya kepentingan-kepentingan pribadi di dahulukan dari pada kepentingan-kepentingan bersama. Seleksi Alam pun terjadi. Tujuan, perencanaan dan implementasi pun kembali bersinggungan. Sejauh mana perjalanan sebuah pandangan umum memberikan pemahaman terhadap suatu permasalahan? Proses pembelajaran pun terus berjalan dan takkan pernah usai seperti jargon ‘Badai pasti berlalu, namun takkan pernah usai’ menjadi tepat digunakan. Silih berganti orang-orang datang dan pergi. Menjadi sebuah ‘keluarga’ itu tidak mudah dan menjaga keluarga yang ada menjadi semakin susah. Maka perlu diacungi jempol untuk mereka yang terus hadir, berkomunikasi dan berkontribusi aktif serta mendukung setiap kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang ‘pilihan’ tersebut’. Mereka yang telah menjalani seleksi Alam secara terus menerus dan tidak padam. Salute. Bogor, 11 12 17 13.43h

About tuanjuan_

i'm a geek who love adventure
This entry was posted in #catatanperjalanan, #feature, #katakata, #LiFe, #opini, #words. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s