Category Archives: Cuapcuap

Lelaki tak pernah menoleh, perempuan mengirim air matanya

Pertemuan perempuan mengirim air matanya … lelaki tak pernah menoleh dan disetiap jejaknya: melebat hutan-hutan (1968) Sapardi Djoko Damono dalam Hujan Bulan Juni

Posted in Puisi | Tagged , , , , | Leave a comment

Korban Keadaan

nada sendu terdengar, betapa pilu hati tergetar;telah gugur kejujuran diselimuti oleh ketakutan; berlindung di balik pasrah tanpa menyerah

Posted in #LiFe, Puisi | 3 Comments

Menanti Takdir bersama Waktu

AKU TENGAH MENANTIMU aku tengah menantimu, menjelang bunga randu alas di pucuk kemarau yang mulai gundul itu berapa juni saja menguncup dalam diriku dan kemudian layu yang telah hati-hati kucatat, tapi diam-diam terlepas awan-awan kecil melintas diatas jembatan itu, aku … Continue reading

Posted in #LiFe, #story, Puisi | Leave a comment

[Kisah Pagi] Mengejar Debu

mengejar sesuatu yang menunggu lalu ketika waktu sudah setuju .. ia berlalu.. pergi meninggalkan debu di mukamu..

Posted in #LiFe, Puisi | Leave a comment

Terpaku

Kamu terpaku pada satu sedang aku ada banyak aku bergerak amu maju dan kamu tertinggal begitu jauh walau kucoba menanti dan meraih namun,… kamu terdiam

Posted in #LiFe, Puisi | Leave a comment

Menulis kenapa harus malam?

malam ini kamu yang menjadi pemicu aku untuk menulis. entah siapa lagi kamu? pokoknya kamulah… itu saja #np what happened to you –  offspring “maybe you’re high,  maybe you just want to climb a mountain” – –  @tuanjuan_ (2014) Ada … Continue reading

Posted in #LiFe, Cuapcuap | Leave a comment

hidup dalam 2 hari bersama kegelapan yang menghisap

berada dalam gelap adalah sesuatu yang kamu sukai..  atau setidaknya berada dalam lindungan keremangan. kamu menyukainya karena kamu berhasil menemukan kedamaian dalam bayang-bayang. malam ini, teruntuk pecinta bulan, hujan dan… bayang-bayang kembali menemani .. dan dalam keremangan kamu temukan damai … Continue reading

Posted in monolog, Puisi, Retorika | Leave a comment